Dosen atau atasan nunjukin QR code di layar depan kelas atau ruang rapat, terus dalam hitungan detik, QR itu udah discreenshot dan beredar di grup WhatsApp kelas. Mereka yang gak datang tinggal minta temannya scan pakai HP mereka juga, dan sistem presensi mencatat mereka hadir, padahal orangnya gak pernah menampakkan batang hidung.

Kenapa QR statis gampang dicurangi

Masalah utamanya ada di jenis QR yang dipakai. Kalau QR presensi itu statis, artinya isinya sama terus dan gak berubah selama sesi berlangsung, maka QR itu gampang banget disebar ulang lewat screenshot. Siapa aja yang punya salinan gambarnya bisa scan dari HP mana pun, di mana pun, kapan pun selama sesi masih dianggap "terbuka" oleh sistem.

Coba Sendiri, Gratis

Prosesnya jalan langsung di perangkatmu, jadi data yang kamu masukkan ke dalam QR (link, teks, nomor rekening) gak pernah dikirim ke server siapa pun.

Generate QR Sendiri

Teknologi cuma alat, kebijakannya yang menentukan

QR code sendiri gak salah, yang jadi masalah adalah implementasinya yang kadang cuma dipasang sebagai formalitas tanpa mikirin gimana cara orang bisa curang. Kalau kamu yang ngatur sistem presensi, luangin waktu buat mikirin skenario "gimana kalau QR ini discreenshot", karena kemungkinan besar itu beneran bakal terjadi.