Ketika pertama kali ingin belajar coding untuk karir di industri teknologi, banyak orang langsung dihadapkan dengan pertanyaan: mau jadi Frontend, Backend, atau Fullstack Developer?

Ketiganya adalah profesi yang sangat dicari di industri teknologi Indonesia maupun global. Tapi bedanya apa, dan mana yang paling cocok untuk kamu?

Frontend Developer

Frontend Developer bertanggung jawab atas semua yang terlihat dan dirasakan pengguna di browser. Tombol, warna, layout, animasi, dan interaksi klik adalah ranah seorang Frontend Developer.

Teknologi yang dipelajari:

Frontend Developer cocok untuk kamu yang suka desain, peduli detail visual, dan ingin hasil kerja langsung terlihat di layar.

Backend Developer

Backend Developer bekerja di balik layar. Mereka membangun logika bisnis, database, dan API yang digunakan oleh aplikasi. Pengguna tidak melihat langsung hasil kerja Backend Developer, tapi tanpa mereka aplikasi tidak bisa berjalan.

Teknologi yang dipelajari:

Backend Developer cocok untuk kamu yang suka logika, problem solving, dan tidak terlalu peduli dengan tampilan visual.

Fullstack Developer

Fullstack Developer bisa mengerjakan keduanya, baik Frontend maupun Backend. Mereka memahami seluruh alur aplikasi dari tampilan pengguna hingga database server.

Fullstack Developer sangat dicari di startup karena satu orang bisa mengerjakan banyak hal. Namun menjadi Fullstack Developer membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.

Mana yang Harus Dipilih?

Di DebugGo tersedia kelas Fullstack Developer dan Frontend Developer yang dirancang untuk membawamu dari nol hingga siap kerja dalam 12 minggu.