Coba bayangin, kamu lagi ke masjid, lihat kotak amal ada stiker QRIS-nya, scan, transfer, selesai, dan kamu merasa udah beramal. Tapi ternyata uang itu gak masuk ke rekening masjid, melainkan ke rekening pribadi orang yang gak dikenal. Ini bukan cerita fiksi, modus ini beneran beredar di beberapa daerah: stiker QRIS resmi milik masjid atau lembaga amal ditutup diam-diam pakai stiker QR lain yang mengarah ke rekening pelaku.
Kenapa modus ini gampang banget dilakukan?
QR code itu secara visual gak bisa dibedakan tujuannya cuma dengan dilihat mata. Selembar QRIS yang benar dan yang palsu, keduanya sama-sama kotak hitam putih yang gak berarti apa-apa buat manusia. Bedanya cuma bisa ketahuan setelah discan, dan kebanyakan orang gak sempat mengecek nama merchant yang muncul di layar sebelum transfer, apalagi kalau lagi buru-buru atau suasananya rame.
Pelaku cukup print stiker QR yang mengarah ke rekening atau e-wallet pribadi, lalu tempel di atas stiker resmi. Prosesnya cepat, murah, dan sulit dicegah tanpa pengawasan ketat di lokasi.
- Selalu cek nama penerima yang muncul di layar aplikasi pembayaran sebelum konfirmasi transfer, jangan cuma lihat nominal.
- Perhatikan kondisi fisik stiker, kalau kelihatan ditempel dobel atau kualitas cetaknya beda dari sekitarnya, mending tanya pengurus dulu.
- Pengurus tempat ibadah sebaiknya rutin mengecek kondisi stiker QRIS, dan kalau perlu, laminating atau pasang di tempat yang gak mudah dijangkau tangan orang.
Bikin QR code sendiri buat donasi, absensi, atau apa pun langsung dari browser, gratis, tanpa watermark, dan gak ada limit berapa kali kamu generate.
Buat QR Code SekarangBukan cuma soal apes, tapi soal kelalaian yang bisa dicegah
Kejadian ini nunjukin sesuatu yang sering dilupakan orang: QR code itu cuma "pembungkus" dari sebuah tujuan pembayaran, dan pembungkus itu bisa diganti siapa aja yang punya akses fisik ke tempat stiker itu ditempel. Kebiasaan kecil kayak selalu ngecek nama penerima sebelum transfer, itu langkah paling murah yang bisa nyelamatin niat baik kamu supaya beneran nyampe ke tujuan yang benar.
Komentar 0