Reza Firmansyah, 29 tahun, adalah guru SD di Bandung yang sudah mengajar selama 5 tahun. Hidupnya nyaman, pekerjaannya stabil. Tapi ada satu hal yang selalu mengganjal: rasa penasaran terhadap dunia teknologi.
"Setiap hari aku lihat berita soal startup, programmer yang gajinya besar, WFH dari mana saja. Aku penasaran, apa aku bisa juga?"
Keraguan yang Hampir Menghentikannya
Reza sempat ragu selama hampir satu tahun. Pertanyaan yang sama terus berputar: apakah sudah terlalu tua untuk belajar coding? Apakah background non-IT akan jadi hambatan?
Ia mencoba belajar sendiri dari YouTube, tapi selalu berhenti di tengah jalan karena tidak ada struktur yang jelas dan tidak ada yang bisa ditanya ketika stuck.
Bergabung dengan DebugGo
Pada Januari 2024, Reza akhirnya mendaftar kelas Fullstack Developer di DebugGo dengan jadwal Sabtu dan Minggu malam agar tidak mengganggu pekerjaannya.
"Awalnya berat. Pulang mengajar, makan malam, langsung buka laptop untuk kelas. Tapi mentornya sabar dan teman-teman sekelas supportive. Itu yang bikin aku bertahan."
Tantangan Terbesar: Final Project
Reza membangun sistem manajemen nilai siswa berbasis web yang terinspirasi dari pekerjaannya sebagai guru.
"Itu project pertama yang benar-benar aku banggakan. Bukan hanya karena berhasil jalan, tapi karena aku tahu setiap baris kodenya."
Hasilnya
Empat bulan setelah menyelesaikan bootcamp, Reza mendapat tawaran kerja sebagai Junior Web Developer di startup pendidikan di Bandung. Gajinya hampir dua kali lipat dari gajinya sebagai guru, dan ia bisa bekerja hybrid dari rumah.
"Jangan tunggu kondisi sempurna. Tidak ada waktu yang benar-benar tepat. Yang ada hanya: mulai sekarang, atau tidak sama sekali. Umur 29 bukan terlambat."
Komentar 0