Sejumlah thread panjang berisi opini atau cerita personal yang viral di media sosial, belakangan diduga sebenarnya ditulis dengan bantuan besar AI generatif, meski dipresentasikan seolah murni hasil renungan dan pengalaman pribadi si pemilik akun.

Kenapa ini jadi masalah bagi sebagian orang

Personal branding di media sosial sering dibangun atas dasar keaslian dan koneksi emosional antara pembuat konten dan audiensnya. Ketika audiens menyadari bahwa konten yang mereka anggap otentik ternyata sebagian besar dihasilkan AI, rasa percaya yang udah terbangun bisa runtuh, terutama kalau si pembuat konten sebelumnya secara eksplisit mengklaim itu murni pemikiran pribadinya.

Coba Sendiri, Gratis

Nulis buat SEO butuh lebih dari sekadar keyword, butuh juga keterbacaan yang enak diikuti pembaca. Cek semuanya lewat tools Word & SEO DebugGo.

Mulai Cek Sekarang, Gratis

Ke mana arah norma sosial soal ini

Belum ada konsensus jelas soal seberapa banyak bantuan AI yang masih dianggap wajar dalam konten personal, tapi tren ke depan kemungkinan mengarah ke ekspektasi transparansi yang lebih tinggi, terutama untuk konten yang secara eksplisit dijual sebagai cerita atau opini personal yang otentik.